Berbahagialah
hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu
datang."
Pernah
seorang pastor bertanya seperti ini: "Apakah yang akan kamu buat kalau
kamu tahu hari ini Tuhan memanggilmu untuk menghadap-Nya?" Semua yang
mendengar itu serentak diam. Pastor itu melanjutkan lagi: "Pasti di antara
kamu ada yang akan berdoa, berbuat baik, memperlihatkan cara hidup yang benar
dan seterusnya, yang baik-baik saja." Tetapi pastor itu berkata lagi:
"Kalau seandainya hari ini Tuhan memanggil saya, maka saya akan hidup
seperti biasanya. Bangun pagi, merapikan tempat tidur, mandi dan seterusnya.
Pokoknya saya akan menjalani hidup saya sebagaimana yang telah saya jalani
sebelumnya."
Biasanya,
orang melakukan sesuatu karena iming-iming akan hal-hal tertentu yang kemudian
didapatnya jika melakukan itu. Ia melakukan itu bukan dengan kemauan dan
kesadarannya sendiri, tapi dengan paksaan dari pihak tertentu atau dirinya
sendiri, padahal hati nuraninya berkata lain. Tuhan Yesus hari ini memberi
sebuah perumpamaan sangat baik agar sebagai pengikut-Nya kita bisa hidup
sebagaimana seorang kristiani yang baik, bukan munafik tapi hidup dalam
kebenaran. Kebenaran menuntut kita untuk tidak munafik, tidak hidup dalam
kebohongan, tidak hidup dalam kemalasan, dan tidak pula dalam ketidaksesuaian.
Dengan begitu, ketika hari Tuhan jatuh atas kita, kita akan diangkat oleh Tuhan
sebagai anak-Nya, dan berhak atas kerajaan-Nya. Sebagai umat Allah, kita wajib
mengikat diri dengan sabda dan perintah Yesus. Dari situ, kita memiliki
kebenaran. Hamba yang baik akan selalu melakukan tugasnya. Hamba yang baik
setia kepada perintah tuannya, maka ketika tuannya pulang ia akan diangkat
sebagai pengawas segala miliknya.
LEMBAH BANTIK PINELENG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar