t
kembali akan Yohanes Pembaptis yang juga terkenal dan yang telah
menegur Herodes karena telah menceraikan istrinya dan menikahi iparnya
sendiri. Teguran Yohanes itulah yang membuat hati Herodes menjadi marah
dan membunuh Yohanes Pembaptis. Perbuatan Herodes adalah perbuatan dosa
karena menceraikan istrinya dan menikahi iparnya sendiri. Dalam tradisi
Yahudi, hal itu sangatlah dilarang dan menjadi pegangan bagi mereka
sampai saat ini. Untuk itu, nyawa Yohanes Pembaptis hilang dan dosa
Herodes bertambah karena membunuh orang yang tidak bersalah.
Peristiwa ini sekaligus menunjuk kepada fungsi Yesus kelak sebagai Hakim, juga menunjuk kepada fungsi Yesus sebagai Gembala bagi para murid Yohanes yang hidup melayani kebenaran. Selama orang belum mengakui dosa-dosanya di hadapan Yesus dan menerima pembaruan hidup dari-Nya, orang akan tetap hidup dalam bayang-bayang hukuman Allah. Hati nurani yang belum mengalami pengudusan akan terus berfungsi sebagai alat penghakiman Allah yang menunjuk kepada Hari penghakiman akhir kelak.
Kisah ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita orang yang memiliki
iman terhadap Yesus. Bahwa jika kita memiliki kesalahan dan ditegur oleh
orang lain, janganlah kita menolak teguran itu, malahan kita harus
melihatnya sebagai suatu tindakan yang menyelamatkan kita dari dosa dan
menjauhkan kita dari kesalahan. Yesus adalah Hakim yang abadi, Ia akan
menanyakan semua perbuatan kita kelak jika kita bertemu denganNya di
surga. Karena itu, perbuatan yang hendak kita tampilkan di dunia ini
haruslah perbuatan yang sesuai dengan kehendak dan rencana Allah
sendiri.
Lembah Bantik Pineleng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar